Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor) dan Fotodioda

Sensor cahaya LDR dan fotodioda merupakan salah satu sensor yang sering dijumpai pada perangkat elektronika. Biasanya sensor tersebut digunakan untuk suatu aplikasi sebagai saklar cahaya berdasarkan intensitas cahaya yang diterima oleh sensor.

Pada LDR perubahan intensitas cahaya yang diterima oleh sensor tersebut akan mengakibatkan perubahan resistansi / hambatan (ohm) pada komponen tersebut sehingga semakin besar intensitas cahaya makan semakin kecil resistansi atau hambatan yang diberikan oleh sensor LDR sebaliknya semakin kecil intensitas cahaya yang diberikan maka resistansi atau hambatan yang diberikan oleh LDR semakin besar.

LDR
Gambar sensor LDR ukuran besar dan kecil

Sensor LDR tergolong sensor yang pasif sehingga memerlukan suatu rangkaian khusus untuk dapat dipergunakan pada suatu aplikasi tertentu seperti rangkaian pembagi tegangan menggunakan resistor. Pada rangkaian pembagi tegangan tersebut sensor LDR dipasang seperti resistor yang digunakan untuk membagi tegangan, akan tetapi untuk sensor LDR nilai tahanannya dapat berubah-ubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya akibatnya nilai tegangan pada hasil keluaran rangkaian pembagi tegangan tersebut juga akan berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya.

Rangkaian LDR
Rangkaian pembagi tegangan menggunakan LDR

Advertisements

Tenaga IT Juga Manusia Biasa

komputer-laptop Ada seorang dokter yang berkunjung ke sebuah rumah sakit di luar negeri dan menyaksikan sendiri bagaimana sebuah penerapan TI digunakan di sana. Sekembaliya ke tanah air, dia terinspirasi dan lalu megistruksikan tenaga TI di rumah sakitnya tersebut untuk menyediakan fungsi serupa, sama persis dengan yang dia lihat di rumah sakit di luar negeri yang sebelumnya dia saksikan. Misalnya, dia hanya perlu mengklik sebuah tombol di layar dan semua catatan pertemua dengan salah satu pasiennya langsung terpampang di layar. Setelah tenaga – tenaga TI yang diinstruksikan tadi bekerja siang dan malam untuk memenuhi permintaan sang dokter, ternyata fungsi yang telah dibuat itu tidak digunakan sama sekai. Tidak semua lulusan mempunyai dedikasi yang sama pada pekerjaan. Seorang Peneliti Teknologi Informasi menyatakan pengalamanya ketika dia bekerja di salah satu lembaga penelitian milik pemerintah. Di sana mereka semua adalah pegawai negeri sipil. Ketika dia diberi tugas membangun situs web untuk lembaga tersebut, dia bersikeras agar pekerjaanya itu di-OutSource-kan saja. Padahal, ketika itu ada salah seorang rekan juniornya yang sangat cerdas dan sangat berminat pada bidang pemrograman. Dia ada dalam timnya dan dia sudah siap sedia belajar bagaimana caranya membangun situs web. Pengamat IT yang bekerja dalam istansi tadi mengetakan pada rekan juniornya yang dinyataka cerdas tadi, “Lebih baik kita memikirkan hal-hal yang lebih tinggi levelnya, seperti informasi apa yang harus tersedia dan bagaimana informasi ini selalu diperbaharui. Lebih baik kita serahkan pekerjaan membangun situs pada orang lain yang memang sudah berkompeten di bidang itu. Biaya yang harus kita keluarkan memang besar, tapi situs kita akan terwujud dan hasilnya akan lebih baik.” Pengamat IT tadi memberi kelonggara pada rekan juniornya agar tidak terkekang dalam satu pekerjaan satu saja. Sebagai pegewai negeri yang telah menikah, dia juga harus mencari tambahan dengan aktif melibatkan diri di proyek penelitiannya. Dengan demikian, dia tidak akan punya kesempatan untuk belajar dan mengerjakan proyek pembangunan situs lembaga tersebut. Lain halnya jika dia diberikan kesempatan untuk mengikuti kursus – kursus singkat untuk mendapatkan keterampilan membangun situs web. Di samping itu, sudah barang tentu dia harus mendapatkan kompensasi yang cukup besar agar keluarganya tida terlantar. Sebagai rekan sekantor, si Peneliti IT tadi tahu bahwa dia sangat loyal dan tidak akan meninggalkannya setelah menikmati fasilitas pendidikan seandainya kantor dapat memberikannya. Tapi, sebagai institusi pemerintah, pimpinan lembaga tidak bebas mengalokasikan dana dan memberikan seorang pegawai gaji yang melebihi pegawai lain yang berbeda di jejang kepangkatan yang sama. Celakanya lagi, seringkali manajemen memandang remeh tenaga IT. Gaji mereka selalu di keluhkan sangatlah pas-pasan. Mungkin mereka beranggapan bahwa tenaga IT mudah diganti, karena setiap tahun ada begitu banyak lulusan S1 Komputer yang mencari pekerjaan. Mereka lupa, tidak semua lulusan mempunyai dedikasi yang sama pada pekerjaannya dan loyalitas yang sama kepada lembaga. Para tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang IT sering tidak di hargai selayaknya, termasuk secara finansial. Padahal kita semua sudah tahu bila ada masalah dengan sistem IT di organisasi mereka adalah orang-orang yang harus menelan caci maki pengguna, meskipun tidak jarang kesalahan dilakukan justru oleh pengguna. Begitu juga kalau komputer para pimpinan bahkan komputer yang di pakai anak-anak mereka terserang virus, tenaga IT di kantor yang harus turun tangan berjuang membersihkannya. Selain membutuhkan pendidikan dan fasilitas yang lainnya, sumber daya manusia di bidang IT juga adalah manusia biasa. Mereka haus akan penghargaan atas jerih payah mereka. Apa yang terjadi ketika sang dokter memerintahkan tenaga IT-nya untuk mengembangkan fungsi-fungsi yang dia inginkan, tapi kemudian tidak dipakai bukanlah bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang baik. Tenaga IT bukan hanya sekedar tukang. Kontribusi mereka pada organisasi cukup besar. Bagaimana dengan tenaga IT sendiri? Seperti kita semua, mereka harus terus belajar. Mereka harus terus belajar. Mereka harus berusaha mendapatkan sebanyak mungkin sertifikat yang kemudian bisa diajukan untuk kenaikan pangkat dan perbaikan gaji. Demikian ulasan yang saya kutip dari sebuah majalah IT tanah air, semoga memberikan pegetahuan kepada para pembaca sekalian terutama para aktifis IT dan Lembaga instansi yang memanfaatkan IT untuk pengembangan instansinya./KangUky

Pengertian Fungsi dan Kegunaan Arduino

Arduino Duemilanove

Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri. Saat ini Arduino sangat populer di seluruh dunia. Banyak pemula yang belajar mengenal robotika dan elektronika lewat Arduino karena mudah dipelajari. Tapi tidak hanya pemula, para hobbyist atau profesional pun ikut senang mengembangkan aplikasi elektronik menggunakan Arduino. Bahasa yang dipakai dalam Arduino bukan assembler yang relatif sulit, tetapi bahasa C yang disederhanakan dengan bantuan pustaka-pustaka (libraries) Arduino. Arduino juga menyederhanakan proses bekerja dengan mikrokontroler, sekaligus menawarkan berbagai macam kelebihan antara lain:

* Murah – Papan (perangkat keras) Arduino biasanya dijual relatif murah (antara 125ribu hingga 400ribuan rupiah saja) dibandingkan dengan platform mikrokontroler pro lainnya. Jika ingin lebih murah lagi, tentu bisa dibuat sendiri dan itu sangat mungkin sekali karena semua sumber daya untuk membuat sendiri Arduino tersedia lengkap di website Arduino bahkan di website-website komunitas Arduino lainnya. Tidak hanya cocok untuk Windows, namun juga cocok bekerja di Linux.

* Sederhana dan mudah pemrogramannya – Perlu diketahui bahwa lingkungan pemrograman di Arduino mudah digunakan untuk pemula, dan cukup fleksibel bagi mereka yang sudah tingkat lanjut. Untuk guru/dosen, Arduino berbasis pada lingkungan pemrograman Processing, sehingga jika mahasiswa atau murid-murid terbiasa menggunakan Processing tentu saja akan mudah menggunakan Arduino.

* Perangkat lunaknya Open Source – Perangkat lunak Arduino IDE dipublikasikan sebagai Open Source, tersedia bagi para pemrogram berpengalaman untuk pengembangan lebih lanjut. Bahasanya bisa dikembangkan lebih lanjut melalui pustaka-pustaka C++ yang berbasis pada Bahasa C untuk AVR.

* Perangkat kerasnya Open Source – Perangkat keras Arduino berbasis mikrokontroler ATMEGA8, ATMEGA168, ATMEGA328 dan ATMEGA1280 (yang terbaru ATMEGA2560). Dengan demikian siapa saja bisa membuatnya (dan kemudian bisa menjualnya) perangkat keras Arduino ini, apalagi bootloader tersedia langsung dari perangkat lunak Arduino IDE-nya. Bisa juga menggunakan breadoard untuk membuat perangkat Arduino beserta periferal-periferal lain yang dibutuhkan.

KELEBIHAN ARDUINO

Tidak perlu perangkat chip programmer karena didalamnya sudah ada bootloadder yang akan menangani upload program dari komputer.
Sudah memiliki sarana komunikasi USB, Sehingga pengguna laptop yang tidak memiliki port serial/RS323 bisa menggunakannya.
Memiliki modul siap pakai ( Shield ) yang bisa ditancapkan pada board arduino. Contohnya shield GPS, Ethernet,dll.

SOKET USB
Soket USB adalah soket kabel USB yang disambungkan kekomputer atau laptop. Yang berfungsi untuk mengirimkan program ke arduino dan juga sebagai port komunikasi serial.

INPUT/OUTPUT DIGITAL DAN INPUT ANALOG
Input/output digital atau digital pin adalah pin pin untuk menghubungkan arduino dengan komponen atau rangkaian digital. contohnya , jika ingin membuat LED berkedip, LED tersebut bisa dipasang pada salah satu pin input atau output digital dan ground. komponen lain yang menghasilkan output digital atau menerima input digital bisa disambungkan ke pin pin ini.
Input analog atau analog pin adalah pin pin yang berfungsi untuk menerima sinyal dari komponen atau rangkaian analog. contohnya , potensiometer, sensor suhu, sensor cahaya, dll.

CATU DAYA
pin pin catu daya adalah pin yang memberikan tegangan untuk komponen atau rangkaian yang dihubungkan dengan arduino. Pada bagian catu daya ini pin Vin dan Reset. Vin digunakan untuk memberikan tegangan langsung kepada arduino tanpa melalui tegangan pada USB atau adaptor, sedangkan Reset adalah pin untuk memberikan sinyal reset melalui tombol atau rangkaian eksternal.

Baterai / Adaptor
Soket baterai atau adaptor digunakan untuk menyuplai arduino dengan tegangan dari baterai/adaptor 9V pada saat arduino sedang tidak disambungkan kekomputer. Jika arduino sedang disambungkan kekomputer dengan USB, Arduino mendapatkan suplai tegangan dari USB, Jika tidak perlu memasang baterai/adaptor pada saat memprogram arduino.

BBM For Gingerbread

BBM Gingerbread

Setelah di tunggu-tunggu siapa sangka ternyata BBM untuk Gingerbread itu ada, sebelumnya Blackberry sendiri memastikan persyaratan wajib pengguna BBM untuk Android adalah smartphone yang telah menggunakan OS minimal Ice Cream Sandwich. Namun ternyata salah seorang member forum XDA Developer mampu memanipulasi hingga bisa digunakan pada OS Android Gingerbread. Penasaran bagaimana cara install BBM untuk Gingerbread, simak saja selengkapnya disini.

BBM Untuk Gingerbread Download APK dan Cara Install

Download BBM untuk Gingerbread dijamin 100% gratis, anda bisa secara langsung mendapatkan file APK dari aplikasi BBM ini. Untuk lebih jelasnya akan kami jelaskan step by step install BBM di Android Gingerbread. Meskipun bisa dikatakan ribet, karena caranya berbeda dengan aplikasi default yang khusus untuk OS Ice Cream Sandwich dan Jelly Bean.

Langkah Cara Install BBM Untuk Gingerbread :

+ Download BBM untuk Gingerbread APK disini
+ Letakkan pada memori smartphone anda dan install secara langsung dari smartphone anda.
+ Jika saat anda coba gunakan mengalami “Force Close”, anda perlu melakukan sedikit manipulasi lagi, jika tidak alami Force Close silahkan anda gunakan
+ Pertama untuk yang mengalami Force Close, silahkan copy manual folder “lib” yang ada di file APK BBM ini, sebelumnya esktrak dahulu menggunakan aplikasi ekstraktor layaknya WinZip, Winrar dan lain sebgaainya.
+ Kemudian isntall aplikasi manajemen file Root Explorer
+ Jika sudah silahkan anda copy semua folder “lib” di file APK BBM khusus Gingerbread ini menuju folder “System/lib” pada perangkat Android anda
+ Oh iya jangan lupa set folder tersebut dengan pilihan rw-r-r agar folder bisa dibaca dan dieksekusi, dan anda telah sukses memanipulasi bug Force Close yang ada

Beres sudah sampai disini dulu perjumpaan kita kali ini, semoga saja pembahasan mengenai BBM untuk Gingerbread ini, bisa membantu pengguna Android Gingerbread yang ingin ikut merasakan asyiknya BBM menggunakan smartphone Android.